Senin, 22 April 2013

Be The Last For Me

Be The Last For Me Part 1

Blog baru, postingan baru... segalanya serba baru dech, ..
mencoba menjadi penulis baru, sangat terlihat amatiran sich, tapi yach beginilah diriku,,
dengan segala keterbatasanku.
mulai mencoba diri menjajaki dunia tulis menulis, karena dengan membuat cerpen kita bisa dengan bebas membuat nasib dari cerita. layaknya Tuhan menulis takdir kita...
dari pada kebanyakan omong jatuhnya malah makin ngelantur..
ok.....
HappY Reading all............

"Gimana menurut loh?" tanya Arka padaku.
"maksudnya?" kutanya balik karena tak mengerti apa yang dimaksud.
"itu si Dina, yang pernah gue critain dulu"jawab Arka.
"YE,, mana Gue tau, kenal aja enggak". Jawabku sekenanya.
"ya.... paling nggak kasih koment kek, loe kan udah pernah liat fotonya ". kata Arka setengah memohon.
"emank koment gue penting gitu?? Nggak juga kali, urusan cinta itu soal ini bukan ini". kataku sambil menunjuk dada dan berganti ke otak.
"iya juga sich Ra, tapi sebagai sahabat kamu juga berhak memberikan penilaian kok, kan demi kebaikan" jawab Arka.

oiya namaku Naura Aulia, aku dan Arka sudah bersahabat sejak kami duduk dibangku SMA sampai saat ini. Arka adalah seorang sahabat yang sangat baik, pengertian dan bisa diandalkan dalam segala kondisi. So pasti aku menjadi seorang yang sangat bergantung kepadanya. Saling mengisi antara satu dan yang lain itu biasa kami lakukan. Mulai dari hal-ha yang bersifat umum sampai masalah pribadi tidak kami ungkapkan. Banyak diantara teman-teman baik teman SMA ataupun kampus mengira kami pacaran. tapi peduli amat apa kata mereka toch pada kenyataannya kita berdua hanya berteman. walaupun kalo boleh jujur sich sebenarnya aku juga ada rasa sama dia. Nah loh...

kembali ke topik awal.

"oke, kalo memang begitu. Apakah kamu serius suka sama dia?" Tanyaku pada Arka.
"Ya Ampun Ra,jelaslah Gue suka sama dia". jawab Arka berusaha meyakinkanku walaupun aku sendiri tidak yakin mengingat track record nya sebagai Playboy.
"kalau memang kamu ngerasa serius and suka ma dia, ya udah buruan katakan utarakan perasaanmu padanya,Ntar keburu disamber orang baru tau rasa dan inget jangan lagi berusaha cari yang lain" kataku sambil mengancam takut kalau ke "Play Boy "an nya kumat.
"Thanks ya Ra, loe emank the best dech janji dech kalo kali ini yang terakhir".kata Arka sambil menepuk bahuku.
"ye dulu juga waktu sama Rinda, Mely, salsa ngomongnya juga gitu tapi faktanya" jawabku agak sebel.
"hehehe,iya habis gimana lagi kalo nggak cocok" jawab Arka sambil tersenyum.
"iya dech, udah ah samperin tuch calon cewek loe, ini Gue capek mau pulang". kataku pada Arka karena mood-ku tiba-tiba menjadi buruk.
"eh, loe mo pulang gue anter ya?" tanya Arka menawarkan diri mengantar, karena tiap hari dia memang selalu mengantarku.
"nggak ah, gue naik bus aja lagian gue harus mulai membiasakan diri tanpa loe lagi ". jawabku sambil berlalu meninggalkan Arka.
 ***
Sepanjang perjalanan pulang pikiranku berkecamuk. memikirkan Arka yang diam-diam aku sukai akan memulai hubungan baru dengan gadis lain, tersenyum untuk gadis lain. Memang selalu saja seperti ini ketika dia mulai menemukan cewek untuk dijadikan pacar, dia mulai sedikit melupakanku walaupun masih sering bersama ku. tapi semua terasa beda ketika dia sudah memiliki pacar. bagaimanapun juga aku memilih untuk menghindar dari Arka, sebagai sesama perempuan aku cukup tau diri untuk tidak menjadi pengganggu dalam hubungan seseorang walaupun dia adalah sahabatku tapi tetap saja aku seorang perempuan. "ah Arka,andai engkau tahu". Batinku.
"mbak, mau turun dimana?" tanya seorang pemuda di sebelahku yang juga telah membuyarkan lamunanku.
"eh,di-di jalan diponegoro mas". kataku  tergagap karena tersadar dari lamunan.
"oh bentar lagi donk mbak, kayaknya mbak tadi naik didepan kampus itu ya?" tanya mas yang disebelahku.
"iya mas, gue memang kuliah disitu".jawabku mencoba ramah dengan orang tak dikenal.
"wah, sama donk gue juga kuliah disana oia kenalkan nama gue Joenathan biasa dipanggil Nathan". katanya sambil mengulurka tangan.
"Naura". jawabku sambil membalas uluran tangan Nathan.
"oia gue turun dulu yach uda nyampe nich" kataku pada Nathan sambil berlalu meninggalkannya. Nathan cowok yang cukup ganteng sich tapi...
sesampainya di rumah aku segera menuju ke kamar favoritku dengan nuansa biru pada cat dindingnya yang terlihat sangat segar dipandang mata. Masuk kamar aku langsung merebahkan diri untuk istirahat sejenak sambil menanti adzan maghrib berkumandang. Di zaman modern seperti ini aku terlahir dari keluarga yang taat beribadah mencintai Tuhannya dan menjauhi larangannya merupakan aturan yang mutlak untuk ditaati. termasuk pacaran, sebagaimana banyak dalil yang menyebutkan "dan janganlah kamu mendekati zina" oleh karena itu papa senantiasa mengingatkanku untuk tidak pacaran dulu karena pacaran itu merupakan pintu masuk dari perbuatan zina dilakukan. teringat percakapan antara aku dan papa beberapa waktu lalu.
"Pa, kalo misalnya ini ya Naura pacaran gimana?" Tanyaku pada papa iseng.
"oh nggak apa-pa kok nduk, emank yang mana pacarnya bawa kesini aja" jawab Papaku enteng.
"ya nggak ada donk Pa, kan ini cuma misalnya aja". kataku pada Papa.
"oh kirain uda ada,kalo uda ada bawa pulang yach Papa pengen kenal lagian Papa ndak mau kalo anaknya dibawa kemana-mana sama yang bukan muhrim apa kata orang-orang nanti." jelas Papa padaku.
"iya, pasti Pa nanti kalo Naura udah punya pacar pasti Naura kenalin ke Papa, lagian kalo Naura pacaran masak ya ndak boleh jalan-jalan ma pacarnya sendiri?" tanyaku pada Papa.
"nggak boleh" jawab Papa Tegas.
"trus kalo Naura mau dikenalin sama orangtuanya gimana?" tanyaku kembali.
"nggak boleh"jawab Papa tegas.
"nah, kok?? mana bisa gitu???" tanyaku mulai tidak sabar.
"ya bisa donk Nak, bukankah itu ajaran Islam, secara tidak langsung itu juga memulyakan wanita menjaga kehormatan seorang wanita,kalau memang orang tuanya pingin kenal ma kamu ya seharusnya mereka yang datang kesini bukan malah kamu yang kesana,iya kalo orang tuanya suka ma kamu, kalo nggak, kamu akan jadi konsumsi publik di keluarga besarnya, bukankah itu juga dapat menjaga kehormatan dan harga diri kamu, Islam itu indah kok Nak jika saja kamu mau mendalami makna yang terkandung dalam setiap perintah maupun larangan Allah"kata Papaku mulai bercerita panjang lebar.
"iya juga sich Pa, itu terdengar cukup logis. oke Naura janji kalo Naura udah punya pacar nanti pasti Naura kenalin ke Papa tapi kayaknya selama kuliah ini Naura tidak mau pacaran dulu kok Pa," kataku pada Papa. bagaimanapun juga Papa adalah sosok panutan dalam hidupku.

tak terasa adzan Maghrib sudah berkumandang saatnya untuk melaksanakan shalat berjamaah di Musholla kecil yang terletak disamping rumah. setelah selesai sholat aku langsung bergegas menuju kamar untuk melanjutkan rutinitas. melihat layar ponsel menyala aku segera mengambilnya dan pada layar tertera satu pesan dari Arka.
"beibh,gmn da nympek Humz?" tanya arka pada Sms yang dikirim.
"udah dari kmrin kali. ada apa?" balasku karena tidak biasanya dia sms waktu maghrib.
"nggak kok,cuma ksh info aja gue uda nembak Ardina :-D"balas Arka
"oh soal itu, uda dlu yach mow makan nech soal kelanjutannya di bhas besog key" jawabku
"okey cantik, cuma mau ngasih info aja gimanapun loe kn my best friend" balas Arka
tanpa kusadari Air mata ini mulai menetes, ketakutan akan kehilangan Arka. pelindung dan motivator ku. semoga saja tidak.bukankah rejeki dan jodoh tidak pernah tertukar.Mungkin saja dia ukan jodohku

to be continued

Tidak ada komentar: